Total Tayangan Halaman

Senin, 28 November 2011

Bukan cerita Biasa

Dibangunkan dengan amukan ledakan dari langit pagi tadi ternyata membawa efek yang kurang bagus hari ini, sama halnya dengan saat masih sekolah ketika bangun pagi dengan tepukan keras di pantat oleh ibu sendiri, ibu kandung layaknya ibu tiri..

Ketika aku bangun dengan terpaksa, terpaksa karena terkejut oleh guyuran hujan dan geludug, terpaksa karena harus mencuci semua perlengkapan mesin pengisi perut, terpaksa karena harus mandi keramas, terpaksa karena harus berangkat kerja dengan mantel robek dan jalanan yang licin.

Cuaca tak kunjung berganti ketika sudah sampai masanya shalat dzuhur, masih gerimis dan dingin. aku ngantuk di meja kerja yang sepertinya lebih cocok di sebut meja pribadi. mataku semakin berat, otakku semakin lelah. lelah setelah semalam dihajar oleh "serangan fajar" pada usus dan "knalpot". berkali-kali harus menuju ruang eksekusi yang sempit dengan tangan di perut. oh sungguh sayur pedas yang nikmat senikmat "bonus kejutan" yang kau berikan.

Alhamdulillah hari ini suasana kantor adem ayem dan sepi, tak ada pekerjaan berarti karena memang aku terlihat seperti anak bos yang sedang ikut ayahnya ke kantor, sesuka hati menggunakan fasilitas kantor untuk keperluan pribadi. tapi dari hati yang paling dalam aku bersyukur dengan keadaan ini. setidaknya aku tidak meminta ini tapi Tuhan memang adil apa yang diberikannya adalah sesuai dengan "apa yang aku terima"

Hari ini ada pesan dari seorang yang berada di kantor ini bahwa "saya minta tolong, kalau habis makan tolong piringnya di cuci soalnya ibu gak ada suaminya masuk rumah sakit" tak kujawab tapi hanya kuberikan senyum. No problem tapi saya tak akan mencuci apa yang tertumpuk diantara kompor gas tua dan tempat cucian piring itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar